Pelatih Pelatih Terbaik Indonesia

Tanpa basa basi lagi ni guys. inilah daftar pelatih terbaik Indonesia. terimakasih

Erents Alberth Mangindaan

Erents Alberth Mangindaan

Menjadi pemimpin PSM Makassar menjuarai kompetisi perserikatan, nama Erents Alberth Mangindaan atau akrab disapa Opa Mangindaan ini mulai melambung namanya. Tak heran juga ia pernah menjadi asisten pelatih asing terbaik dalam sejarah tim nasional Indonesia yaitu Toni Pogacnik.

Semasa menukangi skuat Garuda, sejumlah prestasi yang tak kalah apik ditorehkan oleh Mangindaan. Bersamanya, Indonesia dibawa lolos ke perempat-final Asian Games 1966, menjadi juara di ajang King's Cup Thailand 1968 dan runner-up di tahun berikutnya. Pencapaian tersebut tentu terbilang luar biasa, pasalnya pria yang berasal dari Sulawesi Utara itu merupakan pelatih lokal pertama bagi tim nasional.

Endang Witarsa

endang witarsa

Mempunyai gelar dokter gigi jebolan Amerika Serikat, Endang Witarsa bisa dibilang merupakan salah satu pelatih lokal tersukses sepanjang sejarah. Ia pernah berkelakar, "Saya sekolah dokter gigi. Enggak pernah buka praktek, cuma praktek bola," ungkapnya seperti dinukil dari laman Liputan6. Coach Witarsa dikenal juga sebagai sosok yang disiplin dan tegas saat melatih anak buahnya.

Bersama tim nasional Indonesia, coach Witarsa meraih gelar-gelar antara lain Piala Raja Thailand (1968), Merdeka Games Malaysia (1969), Pesta Sukan Singapura, Anniversary Cup (1972) dan Agha Khan Cup Pakistan (1972). Beberapa emain yang pernah ia poles antara lain Widodo Cahyono Putro, Risdianto, Ronny Pattinasarany, Rully Nere, Elly Idris, Herry Kiswanto, Berty Tutuarima, Abdul Kadir, Ujang Anwar, Ronny Pasla, dan sejumlah pemain nasional lainnya.

Sebelum ia meninggal di umur 91 tahun pada tahun 2008 lalu, opa Endang, sapaan akrab beliau, seempat menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pelatih terlama (55 tahun) dan tertua (90 tahun), pada 21 Januari 2007 silam.

Bertje Matulapelwa

Kepulauan Maluku, dari dahulu hingga saat ini memang cukup terkenal dalam menghasilkan insan sepakbola berbakat untuk nusantara. Salah satunya adalah Bertje Matulapelwa, pria kelahiran Ambon yang kariernya sebagai pelatih cukup cemerlang di kancah nasional.

Emas pada ajang SEA Games 1987 lalu adalah buah kerja keras Bertje dan anak buahnya saat itu. Padahal, kondisi persepakbolaan saat itu banyak sekali didera oleh masalah ekonomi yang membuat para pemain lesu. Beruntung, di bawah kendali Bertje, pemain yang membela merah putih tetap bermain mengagumkan.

Sinyo Aliandoe

Sinyo Aliandoe

Legenda Persija Jakarta asal Flores ini namanya cukup dikenal sebagai sosok yang santai namun tegas. Beberapa anak asuhnya yang ia latih di level timnas biasa memanggil Sinyo Aliandoe dengan panggilan ‘Oom’ dan Sinyo sendiri kerap menyapa anak buahnya dengan ‘Hello, boys’.

Jika saja tim nasional tidak takluk dua leg dari Korea Selatan, mungkin kita bisa melihat Indonesia berlaga di Piala Dunia Meksiko 1986 lalu. Karena pada penyisihan grup 3B zona Asia, Indonesia keluar sebagai juara grup pasca menaklukkan India, Bangladesh, serta Thialand. Gaya melatih om Sinyo, menurut pengakuan Rully Nere, lebih mementingkan teknik dari olah bola itu sendiri. Selain itu om Sinyo menekankan pentingnya menikmati pertandingan.

Indra Thohir

Meski tercatat belum pernah menangani tim nasional Indonesia di level senior, Indar Thohir pernah menjadi pelatih tim junior U-14 Indonesia pada tahun 1990 lalu. Nama Abah Thohir lebih harum di level klub terutama untuk para Bobotoh Persib Bandung,

Pria yang gemar bermain golf dan juga dosen Universitas Pendidikan Indonesia tersebut adalah pelatih Persib yang menjuarai Perserikatan edisi terakhir pada 1993 lalu, dan pada 1994, ia membawa Persib menjadi juara Liga Indonesia edisi pertama dengan skuat lokal tanpa pemain asing. Pada tahun 1995, ia dinobatkan sebagai pelatih terbaik Asia karena membawa Persib hingga perempat final Liga Champios Asia saat itu.

Djadjang Nurdjaman, pelatih Persib saat ini adalah murid yang dididik langsung oleh abah Thohir saat Djanur merintis karirnya lewat asisten pelatih di tahun 1994.Tak mengherankan juga bahwa kedua sosok ini adalah sosok yang menjadi legenda bagi kesebelasan Maung Bandung tersebut.

Rachmad Darmawan

Pria yang bergelar Mayor Angkatan laut ini merupakan bisa dibilang sebagai salah satu pelatih terbaik dan tersuskses di era sepakbola modern Indonesia. Meski belum memberikan prestasi terbaik di level tim nasional (hanya mendapatkan perak SEA Games), karier RD di level klub bisa dibilang cukup mentereng.

Ia adalah aktor di balik melejitnya nama Sriwijaya FC yang saat itu berstatus klub baru untuk menjadi juara di kancah Indonesia. Coach RD menyabet double winner (Liga dan Copa) pada musim 2007/08 lalu. Prestasi ini jelas langka mengingat sulitnya mengawinkan gelar di Indonesia pada musim yang sama. Sebelum berkibar bersama Sriwijaya, coach RD juga membawa Persipura Jayapura juara pada tahun 2005. Kini, coach RD sedang meniti karier kepelatihannya di Malaysia bersama T-team.

Indra Sjafri

Sosok Indra Sjafri yang terkenal dengan sistem blusukannya saat mencari pemain muda menjadi bahan pembicaraan utama ketika timnas Indonesia U-19 bermain sangat-amat-apik pada pagelaran Piala AFF U-19 pada tahun 2013 lalu. Mengusung formasi 4-3-3, saat itu coach Sjafri menerapkan sistem bermain ‘pepepa’ alias pendek-pendek-panjang keada anak asuhnya.

Juara AFF U-19 menjadi ganjaran atas kegemilangan pria asal Sumatera Barat ini. Mantan anak asuhnya pun kini banyak diandalkan di level klub. Meski begitu, coach Indra bisa dibilang tak terlalu bersinar saat menangani Bali United. Kini ia kembali dipercaya mencari bakat-bakat muda lagi untuk tim nasional U-19 oleh PSSI.

Sekian dulu artikel seputar seputar bola kali ini. semoga bermanfaat terimakasih

Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 Gaji Pemain Bola Tertinggi 2017